Art Soul. Kadang kita tidak bisa mngungkapkan semua cerita dengan pertemuan. Aku dan aku dengan segala karakterku. Aku tuangkan di sini
KITA BERHUTANG KEPADA ANAK-ANAK KITA
Kita selalu berhutang banyak cinta kepada anak- anak. Tidak jarang, kita memarahi mereka saat kita
lelah. Kita membentak mereka padahal mereka belum benar-benar paham kesalahan yang mereka lakukan. Kita membuat mereka menangis karena kita ingin lebih dimengerti dan didengarkan. Tetapi seburuk apapun kita memperlakukan mereka, segalak apapun kita kepada mereka, semarah apapun kita pernah membentak mereka... Mereka akan tetap mendatangi kita dengan senyum kecilnya, menghibur kita dengan tawa kecilnya, menggenggam tangan kita dengan tangan kecilnya... Seolah semuanya baik-baik saja, seolah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya... Mereka selalu punya banyak cinta untuk kita, meski seringkali kita tak membalas cinta mereka dengan cukup.
Kita selalu berhutang banyak kebahagiaan untuk anak-anak kita. Kita bilang kita bekerja keras demi kebahagiaan mereka, tetapi kenyataannya merekalah yang justru membahagiakan kita dalam lelah di sisa waktu dan tenaga kita. Kita merasa bahwa kita bisa menghibur kesedihan mereka atau menghapus air mata dari pipi-pipi kecil mereka, tetapi sebenarnya kitalah yang selalu mereka bahagiakan... Merekalah yang selalu berhasil membuang kesedihan kita, melapangkan kepenatan kita, menghapus air mata kita. Kita selalu berhutang banyak waktu tentang anak- anak kita. Dalam 24 jam, berapa lama waktu yang kita miliki untuk berbicara, mendengarkan, memeluk, mendekap, dan bermain dengan mereka? Dari waktu hidup kita bersama mereka, seberapa keras kita bekerja untuk menghadirkan kebahagiaan sesungguhnya di hari-hari mereka, melukis senyum sejati di wajah mungil mereka? Tentang anak-anak, sesungguhnya merekalah yang
selalu lebih dewasa dan bijaksana daripada kita. Merekalah yang selalu mengajari dan membimbing
kita menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya. Seburuk apapun kita sebagai orangtua, mereka selalu siap kapan saja untuk menjadi anak- anak terbaik yang pernah kita punya.
Kita selalu berhutang kepada anak-anak kita... Anak-anak yang setiap hari menjadi korban dari betapa buruknya cara kita mengelola emosi. Anak- anak yang terbakar residu ketidakbecusan kita saat mencoba menjadi manusia dewasa. Anak-anak yang menanggung konsekuensi dari nasib buruk yang setiap hari kita buat sendiri. Anak-anak yang barangkali masa depannya terkorbankan gara-gara kita tak bisa merancang masa depan kita sendiri. ... Tetapi mereka tetap tersenyum, mereka tetap memberi kita banyak cinta, mereka selalu mencoba membuat kita bahagia.
Maka dekaplah anak-anak kita, tataplah mata mereka dengan kasih sayang dan penyesalan, katakan kepada mereka, "Maafkan untuk hutang- hutang yang belum terbayarkan... Maafkan jika semua hutang ini telah membuat Tuhan tak berkenan. Maafkan karena hanya pemaafan dan kebahagiaan kalianlah yang bisa membuat hidup ayah dan ibu lebih baik dari sebelumnya... Lebih baik dari sebelumnya."
KUTIPAN BUKU "BAHAGIA BERSAMA SATU ISTRI TERCINTA" halaman 98
“Apa pun yang dimiliki pasangamu adalah modal utama untuk membentuk keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Semua akan semakin indah dan berkah tatkala satu sama lain bermurah hati untuk saling menghargai, memahami, menoleransi, memuji, mengagumi, dan saling menginspirasi.”
Kutipan sebelumnya "Suami Anda menikah dengan Anda karena ia mencari istri, bukan mencari ibu pengganti. Maka berhentilah menjadi ibu bagi suami Anda, karena dia benar-benar sudah memiliki itu, percayalah. Bahkan kedudukan ibunya tidak akan pernah tergantikan olehmu, karena berapa besar dan
suksesnya ia maka ia akan tetap haus kasih sayang ibunya." “Cinta wanita tidak bertepi untuk pria, bahkan ia
rela memberikan apapun yang ia miliki ketika sudah jatuh cinta kepadanya. Setinggi apa pun karir dan status sosial seorang wanita, niscaya ia akan tetap mengidamkan seorang pria yang dapat memberikan ia kasih sayang setulusnya.”
SINOPSIS BUKU BAHAGIA BERSAMA SATU ISTRI TERCINTA
“Keluarga kita adalah buah dari pemikiran kita. Keluarga itu tidak akan berubah tanpa adanya pola pikir (mindset) yang baik dan cerdas dari kita. Bukan pasangan kaya raya yang mampu bertahan, melainkan pasangan yang paling adaptif merespons gejala perubahan di dalam keluarganya dengan mindset dan knowledge (ilmu pengetahuan) yang baik." Setiap suami dan istri niscaya mengharapkan pernikahan mereka bahagia (sakinah, mawaddah, wa rahmah), karena keluarga bahagia merupakan kenikmatan hidup yang membawa keseimbangan, ketenangan, dan kedamaian bagi setiap orang. Demi terciptanya semua itu, dituntut adanya pengorbanan, toleransi, negosiasi, saling menginspirasi, dan saling memahami di antara
keduanya agar keindahan cinta mereka tetap bersemi dalam kesuciannya. Di sisi lain, tidak sedikit bahtera pernikahan yang oleng kian kemari, bahkan kandas di tengah perjalanannya, akibat minimnya pengetahuan, skil, dan kepekaan dalam menafsirkan berbagai keinginan pasangannya. Sebaliknya, begitu banyak pula keluarga yang menyenangkan dan menyejukkan bagi jiwa-jiwa yang hidup di dalamnya, karena mereka mau “berbenah” bersama untuk menciptakan hubungan yang lebih berkualitas.
Kebahagiaan dalam mahligai rumah tangga adalah tanggung jawab bersama (suami isteri), setiap pasangan sebijaknya mampu menjadikan pasangannya “sempurna” dengan ketidaksempurna annya. Buku ini merupakan pelita bagi suami istri yang mau bijaksana dan penuh cinta kasih menyikapi masalah maupun gejolak hidup bersama pasangannya. Dengan itu, mereka tidak hanya mendapatkan mawaddah dan sakinah, tapi juga memiliki rahmah sehingga hubungan bahagia mereka tetap “abadi” selamanya
"Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?"
Ketika ijazah S1 sudah di tangan, teman-temanmu yang lain
sudah berpenghasilan, sedangkan kamu, dari pagi hingga malam sibuk
membentuk karakter bagi makhluk yang akan menjadi jalan surga bagi masa
depan.
Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang tak berguna dari pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang tak berguna dari pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk
buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab. Mainkan saja
peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian
kembali.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika nyatanya kondisi memaksamu untuk bekerja, meninggalkan buah hati yang tiap pagi
melepas pergimu dengan tangis. Mainkan saja
peranmu, sambil memikirkan cara agar waktu bersamanya tetap berkualitas.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
melepas pergimu dengan tangis. Mainkan saja
peranmu, sambil memikirkan cara agar waktu bersamanya tetap berkualitas.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi
punggung padahal rusuk. Mainkan saja peranmu, bukankah semata-mata
mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti
imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu,
bukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu? tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu,
bukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu? tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat
setelah pernikahannya, langsung Allah beri anugerah kehamilan, sedangkan
kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja peranmu dengan
sebaik-sebaiknya sambil tetap merayu
Allah dalam sepertiga malam, menengadah mesra bersamanya.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Allah dalam sepertiga malam, menengadah mesra bersamanya.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika hari-hari masih sama dalam angka menanti, menanti
suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari dan satu hati.
Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-mata murni karena
ketaatan pada-Nya hingga laksana Adam yang menanti Hawa di sisi.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ribuan pasangan pengantin mengharapkan amanah Ilahi,
membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini, membesarkan, mengasuh
dan mendidik anak yang meski bukan dari rahimmu. Mainkan saja peranmu,
sebagai ibu untuk anak dari rahim saudarimu.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ibrahim, melaksanakan peran dari
Allah untuk membawa istri dan anaknya ke padang yang kering. Kemudian,
rencana Allah luar biasa, menjadikannya kisah penuh hikmah, catatan
takdir manusia.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ayub yang nestapa
adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai nabiyullah lainnya. Berkacalah pada mereka, dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah cinta.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Taat yang dalam suka maupun tidak suka.Taat yang bukan
tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap bersama doa-doa yang
mengangkasa menjadikan kekuatan untuk tetap taat.
Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-Nya.
-copas-
Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-Nya.
-copas-
Belanjaaaaa Keperluan baby Syila
Belanja belanji keperluan bayi tuuuuuu sesuatu ya...Aku sibuk membeli barang keperluan syila pada usia kandungan masuk 9 bulan. Bukan karena pamali karena belum 7 bulan ya...tapi lebih karena baru sempet.. List keperluan bayi sudah kami susun, cuman belum beli aja. Kenapa sibuk? karena aku masih sibuk kampanye. Biasalah, sebagai simpatisan partai dakwah, tiap minggu sibuk baksos, jadi emang full day ampe perut besar belum sempet belanja. Pengen nyicil sih, tapi belum bisa konsen kalo masih banyak yangg harus diurus. Akhirnya aku buat list aja biar gampang, masalah beli mah ga akan lama, lah wong rumah kami aja deket ama pasar, gampanglah kalo cuman tinggal beli. Untuk masalah warna, kami beli warna warna netral jadi bisa dipake ke adek adeknya nanti.
Perlengkapan belanja syila dibagi jadi 4 kategori yaitu pelengkapan baju; perlengkapan mandi; perlengkapan kosmetik & kesehatan; perlengkapan lain lain. Belanjanya ga perlu banyak banyak, cukup setengah lusin aja untuk baju baju bayinya, kecuali popok. Kalo aku sih popok total yang aku punya 3 lusin, itupun pinjaman. Hehehe...Cuman sebulan syila pake popok, setelah itu udah pake clodi dan celana...Gimana ga kasian, lah wong syila tinggal di daerah dingin dengan suhu 21 derajat, mana tega lihat syila pake popok tali?? hehe
Berikut ini rincian list keperluan bayi yang perlu dibeli :
A. PERLENGKAPAN BAJU
a. 2 Lusin popok kain, gampang nanti kalo bener bener kurang bisa beli lagi
b. 6 buah baju lekbong (ketek bolong)
c. 3 buah baju lengan pendek
d. 3 pasang piyama tidur lengan panjang
e. 2 buah topi
f. 3 pasang sarung tangan kaki
g. 2 buah clodi ukuran petite (3-5 kg)
h. 1 lusin bedong bayi
i. selimut bayi
j. 1 lusin alat popok bayi (bikin sendiri, beli kain rumah sakit trus dipotong obras)
k. jaket
l. gendongan (modern, konvensional). Khusus yang ini ntar aja judul sendiri buat rivieuw..:)
B. PERLENGKAPAN MANDI, KOSMETIK & KESEHATAN
a. bak mandi
b. perlak plastik, yang besar dan yang kecil
c. sabun sampo (yang kecil aja, biasanya banyak yang ngado ntar...:) )
d. bedak (yang kecil)
e. tisyu basah
f. gunting kuku
g. body lotion
h. hair lotion
i. bedak padat muka pigeon (yang ini kado)
f. baby oil
g. minyak telon
h. ember kecil khusus ompol + pup basah (yang ini bertutup. Pupnya dibuang dulu sebelum masuk ember ya)
i. ember untuk pakaian kering
j. baby cologne
k. ember kecil untuk cebok syiila atau untuk ngelap syila kalo lagi ga dimandiin
l. handuk kecil
m. handuk tangan (2 biji, yang atu untuk badan, yang atu untuk pantat)
n. kain kassa untuk tali pusar
o. termometer digital
p. sisir kecil (ini punya emaknya aja, beli satu set, yang paling kecil buat syila)
q. antiseptik & handsanitaiser
C. PERLENGKAPAN ASI
a. botol ASI BKA yang ada ukuran ml nya (aku beli 2 set @8)
b. botol asi model selai 100 ml (aku beli 4 lusin buat stok di freezer)
c. sikat botol khusus botol bahan nylon
d. medela swing breastpump (yang ini mah ga kepake lama..hehe)
e. coolerbag
f. ice gel total 4 biji
g. baskom khusus untuk meniriskan botol
h. tempat menaruh botol yang steril, aku belinya tempat roti :)
i. nature asi storage (plastik asi)
D. PERLENGKAPAN LAIN LAIN
a. bouncer, aku beli merk elfe
b. meja bayi, aku pesen sendiri di jl.taman sari Bandung
c. stroler (ini sih kado)
d. ayunan (kado)
e. kasur bayi yang ada kelambunya
E. PERLENGKAPAN IBU
a. tas bayi
b. pembalut
c. korset
d. daster kancing depan
Perlengkapan belanja syila dibagi jadi 4 kategori yaitu pelengkapan baju; perlengkapan mandi; perlengkapan kosmetik & kesehatan; perlengkapan lain lain. Belanjanya ga perlu banyak banyak, cukup setengah lusin aja untuk baju baju bayinya, kecuali popok. Kalo aku sih popok total yang aku punya 3 lusin, itupun pinjaman. Hehehe...Cuman sebulan syila pake popok, setelah itu udah pake clodi dan celana...Gimana ga kasian, lah wong syila tinggal di daerah dingin dengan suhu 21 derajat, mana tega lihat syila pake popok tali?? hehe
Berikut ini rincian list keperluan bayi yang perlu dibeli :
A. PERLENGKAPAN BAJU
a. 2 Lusin popok kain, gampang nanti kalo bener bener kurang bisa beli lagi
b. 6 buah baju lekbong (ketek bolong)
c. 3 buah baju lengan pendek
d. 3 pasang piyama tidur lengan panjang
e. 2 buah topi
f. 3 pasang sarung tangan kaki
g. 2 buah clodi ukuran petite (3-5 kg)
h. 1 lusin bedong bayi
i. selimut bayi
j. 1 lusin alat popok bayi (bikin sendiri, beli kain rumah sakit trus dipotong obras)
k. jaket
l. gendongan (modern, konvensional). Khusus yang ini ntar aja judul sendiri buat rivieuw..:)
B. PERLENGKAPAN MANDI, KOSMETIK & KESEHATAN
a. bak mandi
b. perlak plastik, yang besar dan yang kecil
c. sabun sampo (yang kecil aja, biasanya banyak yang ngado ntar...:) )
d. bedak (yang kecil)
e. tisyu basah
f. gunting kuku
g. body lotion
h. hair lotion
i. bedak padat muka pigeon (yang ini kado)
f. baby oil
g. minyak telon
h. ember kecil khusus ompol + pup basah (yang ini bertutup. Pupnya dibuang dulu sebelum masuk ember ya)
i. ember untuk pakaian kering
j. baby cologne
k. ember kecil untuk cebok syiila atau untuk ngelap syila kalo lagi ga dimandiin
l. handuk kecil
m. handuk tangan (2 biji, yang atu untuk badan, yang atu untuk pantat)
n. kain kassa untuk tali pusar
o. termometer digital
p. sisir kecil (ini punya emaknya aja, beli satu set, yang paling kecil buat syila)
q. antiseptik & handsanitaiser
C. PERLENGKAPAN ASI
a. botol ASI BKA yang ada ukuran ml nya (aku beli 2 set @8)
b. botol asi model selai 100 ml (aku beli 4 lusin buat stok di freezer)
c. sikat botol khusus botol bahan nylon
d. medela swing breastpump (yang ini mah ga kepake lama..hehe)
e. coolerbag
f. ice gel total 4 biji
g. baskom khusus untuk meniriskan botol
h. tempat menaruh botol yang steril, aku belinya tempat roti :)
i. nature asi storage (plastik asi)
D. PERLENGKAPAN LAIN LAIN
a. bouncer, aku beli merk elfe
b. meja bayi, aku pesen sendiri di jl.taman sari Bandung
c. stroler (ini sih kado)
d. ayunan (kado)
e. kasur bayi yang ada kelambunya
E. PERLENGKAPAN IBU
a. tas bayi
b. pembalut
c. korset
d. daster kancing depan
Arsyila Nur Azkiya
Masa masa ketika hamil adalah masa yang indah. Gimana ga indah, lah tiap hari anakku selalu bersamaku. Kemana aja aku pergi selalu ikut...jadi sayaaang banget. Belum lagi dimanja, dipijetin, dilayani suami, ga boleh capek...wuaaa..macem macem deh...jadi berasa dicintai....Jadi pengen hamil lagi nih..hahaha
Selama hamil aku tidak mau manja...kayaknya hamil malah lagi sibuk sibuknya deh. Di kantor full banget kerjaan. Sering ke lapangan, keluar kota, jalan survey..pokoknya sibuk dan sering capek deh. Belum lagi tiap week end jarang sekali santai di rumah kecuali pas awal awal hamil aja karena kalo kecape`an biasanya pas week end kudu bed rest. Masa hamil adalah masa kampanye. kebetulan suami diamanahi partai untuk mendulang suara PKS, jadi ya kudu semangat untuk mendukung perjuangan suami. Seperti Khodijah dan Fatimah yang selalu memberi semangat kepada suaminya dalam medan dakwah meskipun dalam keadaan hamil. Hampir tiap week end keluar rumah untuk berjuang bersama suami dan bersama teman teman untuk bakti sosial, kampanye, bagikan stiker partai dan sebagainya.
Aku ga mau anakku jadi anak manja, anakku harus mandiri, harus kuat, struggle, lincah, pinter, wah pokoknya pengen jadi anak tangguh lahhhh, secara emaknya kan terkenal tangguh fighting, cuman kurangnya ya ntu...kurang empatik..Hahaha..yahhh semoga yang ntu bisa mirip bapaknya lah yang lembut suka senyum dan sumringah
Di awal kehamilan menyenangkan sekali, aku selalu happy, pesan suamiku adalah harus selalu happy...jadi walaupun kerja aprak aprakan, jalan kaki ke mana pun selalu senang. sampai akhirnya di akhir kehamilan sebelum cuti aku mengalami tekanan berat di kantor. Entah karena faktor hamil besar atau faktor psikis tekanan kerjaan, bikin masa hamil tuaku jadi agak ga enak. Hampir tiap malam dipijat dan dikerik..(atau emang gitu ya rasanya hamil tua)...rasanya udah pengen cutiiiii aja.. Dan, aku memutuskan cuti sesudah pemilu berakhir. Itung itung istirahat setelah bener bener ga bisa istrirahat selama masa kampanye..heheh..
Akhirnya aku pun mulai cuti tanggal 14 April 2014...Daaaan...masa masa menjadi ibu rumah tangga jadi hal yang menyenangkaaaaan beuddd,...tapi...gakjuga seh, secara kantor ga ada yang gantikan, jadi dua minggu awal cuti masih dirempoongin urusan kerjaan.
Pagi pagi nyiapin sarapan suami terus aku makan, terus cuci cuci baju calon jabang bayi...terus jalan jalan, makan biasanya masak biasanya juga nebeng di rumah mertua.... Seminggu kemudian papaku dari Tegal datang...ihh..seneeeeeng banget..Serasa jadi anak kesayangan. Kebetulan juga pegawai di pabrik tahu kepunyaan mertua minta resign (*desiiighhh..bahasanya keren kaliii)..jadi semua orang menungguiku. Tiap pagi aku jalan jalan sama papa atau sama mertua...bisa kurang lebih 5 kilo kali ya aku jalan.. maklum....selama hamil hobi banget jalan, jadi mpe hamil gede juga kuat aja jalan, napas juga oke oke aja... kagak pernah ngrasain ngos ngosan atau berat bawa drumband...xixixix... Karena papa bawa mobil, jadi tiap hari jalan jalan ama papa, kaya senam hamil , jalan jalan, shopping, waahhh...oke lah punya kakek siaga. Mertua juga siaga. Kebetulan rumah mertua beda tiga rumah dengan rumahku, jadi berasa minggu menunggu kelahiran tuh bersa dicintaaiiiii
Masuk minggu ketiga cuti....deg degan..kok ga mules mules ya.. Tiap hari jalan kaki, tiap hari olah raga, senam, ngepel, nungging, waaahhh pokoknya demi mules apapun dikerjain. Tapi emang badan tuh oke oke aja..ga kerasa apa apa...kenceng kenceng cuman sesekali...Setelah kontrol hari senin, kata dokter maksimal tanggal 2 Mei (Sabtu) harus mules, kalo belum mules nanti mau diinduksi.
Efek kebanyakan USG tuh malah bikin bingung. Soalnya tanggal HPL nya ganti ganti terus...mana aku pas ntu nggak tau caranya ngitung HPL..Heuuu..cuman perkiraan aja dari dokter sekitar akhir april
Ealah dalaaah..ternyata setelah ngobrol ama kakakku sebenarnya HPL kita bisa dihitung dari HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir).. Alhasillah aku menghitung tanggal HPL ku dan ternyata HPL ku tanggal 3 Mei..
Masya Alloh..aku yang udah deg degan kok ga lahir lahir.. ternyata emang belum HPL nya..Wakakakakaak..
Deg Degan... Dag dig dug...maksimal divonis tanggal 2 Mei 2014 sore hari sudah harus masuk Rumah sakit... Alhamdulillahe hidup di lingkungan kampung ga masalah mau lebih hari juga..ada juga yang setahun atau 13 bulan yang baru lahir. Intinya...bayi itu punya waktu sendiri untuk keluar..so...santai aja
mau santai..tapi yo deg degan..jalan udah 5 km setiap hari, ngepel tiap hari, jalan sore, ngemall, nengok temen di rumah sakit sambil peputeran di rumah sakit,,...argghhh...tetep aja bikin deg degan... tanggal 5 pagi hari aku sengaja ke bidan untuk secon opinion. sengaja jalan ke sana walaupun sebenenere bisa minta tolong anterin papa... pagi sampe siang di bidan..sore hari ke ramayana jalan kaki sama suami... malam juga masih jalan keluar beli kacang ijo..hahaha..pokoknya seharian jalan....daan belum muless
Eng ing Eng....jam 10 malam mulai kerasa mules..ilang..mules..ilang....
Di depan ada papa lagi nonton tivi...pengen ngomong, tapi takut mules nya ilang...kan malu..semakin lama mule ilang, dihitung setengah jam an, terus semakin ke sini semakin 20menit....tapi ternyata ga bisa tidur...
daaan...jam 2 pagi akhirnya memutuskan untuk membangunkan papa dan mengatakan bersiap siap habis subuh meluncur ke rumah sakit..Kata papa disuruh sekarang aja ke rumah sakit, aku bilang aja...belum 5 menit sekali insya Alloh masih aman....
Jam 3 pagi mandi, siap siap...karena baju yang kupakai warna coklat, jadi aku pake jilbab warna krem robbani yang ada tali di leher...(benar benar salahhhhhh!!! mau melahirkan ko pake jilbab ada lilitan..berasa kebodohan yang aneh).. jadi ada tips nih kalo mau persiapan menuju rumah sakit juga harus sepaket dengan baju and jilbab ke rumah sakit..hehehe..
Jam setengah 4 baru telpon mertua disuruh siap siap...huaaa..ternyata mertua malah kebingungan karena serasa mendadak tak sempat persiapan bekal sarapan atau apa yang dibawa... arrgghhh...ini juga kan supaya ga heboh sekampung
Jam 5 pagi kami berangkat ke rumah sakit..ah...masih bisa cengingisan..masih bisa jalan..
Jam 5.30 masuk rumah sakit dulu, periksa, dan santai aja...periksa dalam ternyata sudah bukaan dua..alhamdulillaaaaahhh...lega akhirnya bertambah juga pembukaan setelah 3 minggu menunggu pembukaan 1 yang tak kunjung maju. fiuuh
Masuk ruang persalinan, dan terus jalan jalan di sekitar rumah sakit, alhamdulillah jalan kaki selama melahirkan sungguh membantu pernafasan, dan juga sering tilawah ketika hamil juga sangat membantu pernafasan saat menghadapai persalinan...
jam 11 siang alhamdulillah sudah bukaan 5..terharuuu, kata dokter insyaAlloh akan lahir sekitar asar...
jam 14.30 pembukaan 7...sudah mulai lelah berjalan, dan tetap di atas tempat tidur untuk menghemat tenaga. ketika menahan sakit saat miring ke kiri, a saleh ijin buang air besar..aku hanya ngangguk meringis kesakitan dan tak sanggup berkomentar
15.00 a saleh ditunggu tak kunjung datang. aku berteriak suruh panggil a saleh. ibu mertua pun kuminta mencari. tapi beliau malah bingung tak tega meninggalkanku sendiri di ruangan...Naaah inilah sat menegangkan, karena aku emosi, pembukaanku terhenti dan rahimku membengkak...aku tetap saja teriak memanggil a saleh... menyebalkan!!! di saat darurat seperti inidi saat pembukaan akhir, dia malah mengilang entah kemana...dan aku semakin frustasi saat tak ada yang bisa menemukannya, perut ku semakin sakit, aku maraah..emosi bercampur aduk
15.30 akhirnya a saleh muncul dengan muka tenang nya ...sumpah aku muaraah sekali dan tak bisa memaafkannya, bahkan sampai hari ini. Alasannya adalah habis BAB langsung solat asar.... LO pikiiirrrrrrrr!!!!! istrimu mau melahirkan dan sudah di bukaan akhir.. KAMU KAN BISA BAB di toilet sebelah kamarrrrrrr..ahhh..sakit luar bisa di akhir persalinan. Padahal aku sudah bisa mengatur nafas bahkan sampai bukaan 7. Menit bertambah menit sakit yang kurasa luar bisa, aku tidak kuat lagi, tapi aku tetep bersikukuh aku tidak mau disuntik induksi. Panggil suster dan dokter berkali kali untuk melihat pembukaan sampai berpa. Daaannnn..
17.00 ahhh aku selalu saja melihat jam dinding itu. aku ingin sekali waktu berputar cepat. segera mungkin. Dan alhamdulillah dokter sudah ada. tepatdi bukaan 9. Aku dilarang menegdan, tapi aku sudah tidak kuali, dan aku mengedan saja...ya sudah;ah, toh semua sudah kumpul di sekitarku, tak terkendali. Aku sudah tidak ingat lagi teori teori itu..pokoknya ingin segera keluar.
Oksigen dipasang...aku sudah parno, ga mau, aku bisa.. tapi kata dokter, oksigen ini untuk bayi supaya bisa bernafas. Aku ga mengitung berapa kali aku mengedan, aku hampir ga kuat lagi. Tapi aku melihat para perawat malah bisa bercerita tentang makanan satu sama lain, berarti semua yakin aku bisa, karena mereka suamu pun santai menangani aku.Perutku didorong oleh 2 orang perawat, suami melihatku, ibu mertua dan bibi memegangi dan mengingatkanku untuk selalu berdzikir..
17.30. Alhamdulillah lahir. plooong.. sakit masih terasa...tapi sudah lega. aku melihat bayiku di bawahku dengan badan biru pertanda terlilit, dengan sigapnya dr.Evi segera menganginya. ALhamdulillah, haru, aku mendengar tangisannya. Aku merasakan yang namanya nyawa ada di ujung saat mengedan dan aku hampir kehilangan tenaga, senyum suamilah yang membuatku tetap kuat untuk mengedan. Bukan hanya sekali, dua kali aku mengedan sampai akhirnya aku dibimbing untuk berkonsentrasi dalam mengedan. Tapi semuanya berasa lega saat akumendengar tangisannya dan berhenti menangis saat ia diazani oleh suami.
Louncing nama :
Jujur, aku menyerahkan urusan nama ke suami, dari usia 7 bulan sudah melist nama nama anak baik perempuan atau laki laki, semua tertulis di note hp suami, aku terima bersih. Bukan saja karena aku kurang kreatif, tapi karena memberi nama adalah kewajiban seorang ayah, ibu hanya memberi saran. Alhamdulillah tidak perlu menunggu lama untuk memberi nama anak kami, begitu louncing, kami beri nama Arsyila Nur Azkiya yang artinya kurang lebih Seorang anak yang mempunyai kedudukan ttinggi, lembut dan bercahaya
Kami memanggilnya Syila..
Nak, pada suatu hari mungkin kau akan membaca tulisan ini. Ingatlah nak, bahwa aku ibumu, yang mengandung, melahirkan, menyusui, mendidik dan membesarkanmu. Doakanlah kami umi abimu agar kelak dapat menghadap Sang Khalik dalam keadaan bahagia karena doa doamu...
Usia kami mungkin tak sepanjang usiamu, tak dapat melihatmu tumbuh dewasa, tapi kami yakin, doa doamu setiap saat dapat sampai ke kami di alam kubur sana. Dan doakanlah kami bisa bertemu dengan orang tua kami yang telah tiada dan kelak kita dipertemukan di surga Alloh.
Amin
Selama hamil aku tidak mau manja...kayaknya hamil malah lagi sibuk sibuknya deh. Di kantor full banget kerjaan. Sering ke lapangan, keluar kota, jalan survey..pokoknya sibuk dan sering capek deh. Belum lagi tiap week end jarang sekali santai di rumah kecuali pas awal awal hamil aja karena kalo kecape`an biasanya pas week end kudu bed rest. Masa hamil adalah masa kampanye. kebetulan suami diamanahi partai untuk mendulang suara PKS, jadi ya kudu semangat untuk mendukung perjuangan suami. Seperti Khodijah dan Fatimah yang selalu memberi semangat kepada suaminya dalam medan dakwah meskipun dalam keadaan hamil. Hampir tiap week end keluar rumah untuk berjuang bersama suami dan bersama teman teman untuk bakti sosial, kampanye, bagikan stiker partai dan sebagainya.
Aku ga mau anakku jadi anak manja, anakku harus mandiri, harus kuat, struggle, lincah, pinter, wah pokoknya pengen jadi anak tangguh lahhhh, secara emaknya kan terkenal tangguh fighting, cuman kurangnya ya ntu...kurang empatik..Hahaha..yahhh semoga yang ntu bisa mirip bapaknya lah yang lembut suka senyum dan sumringah
Di awal kehamilan menyenangkan sekali, aku selalu happy, pesan suamiku adalah harus selalu happy...jadi walaupun kerja aprak aprakan, jalan kaki ke mana pun selalu senang. sampai akhirnya di akhir kehamilan sebelum cuti aku mengalami tekanan berat di kantor. Entah karena faktor hamil besar atau faktor psikis tekanan kerjaan, bikin masa hamil tuaku jadi agak ga enak. Hampir tiap malam dipijat dan dikerik..(atau emang gitu ya rasanya hamil tua)...rasanya udah pengen cutiiiii aja.. Dan, aku memutuskan cuti sesudah pemilu berakhir. Itung itung istirahat setelah bener bener ga bisa istrirahat selama masa kampanye..heheh..
Akhirnya aku pun mulai cuti tanggal 14 April 2014...Daaaan...masa masa menjadi ibu rumah tangga jadi hal yang menyenangkaaaaan beuddd,...tapi...gakjuga seh, secara kantor ga ada yang gantikan, jadi dua minggu awal cuti masih dirempoongin urusan kerjaan.
Pagi pagi nyiapin sarapan suami terus aku makan, terus cuci cuci baju calon jabang bayi...terus jalan jalan, makan biasanya masak biasanya juga nebeng di rumah mertua.... Seminggu kemudian papaku dari Tegal datang...ihh..seneeeeeng banget..Serasa jadi anak kesayangan. Kebetulan juga pegawai di pabrik tahu kepunyaan mertua minta resign (*desiiighhh..bahasanya keren kaliii)..jadi semua orang menungguiku. Tiap pagi aku jalan jalan sama papa atau sama mertua...bisa kurang lebih 5 kilo kali ya aku jalan.. maklum....selama hamil hobi banget jalan, jadi mpe hamil gede juga kuat aja jalan, napas juga oke oke aja... kagak pernah ngrasain ngos ngosan atau berat bawa drumband...xixixix... Karena papa bawa mobil, jadi tiap hari jalan jalan ama papa, kaya senam hamil , jalan jalan, shopping, waahhh...oke lah punya kakek siaga. Mertua juga siaga. Kebetulan rumah mertua beda tiga rumah dengan rumahku, jadi berasa minggu menunggu kelahiran tuh bersa dicintaaiiiii
Masuk minggu ketiga cuti....deg degan..kok ga mules mules ya.. Tiap hari jalan kaki, tiap hari olah raga, senam, ngepel, nungging, waaahhh pokoknya demi mules apapun dikerjain. Tapi emang badan tuh oke oke aja..ga kerasa apa apa...kenceng kenceng cuman sesekali...Setelah kontrol hari senin, kata dokter maksimal tanggal 2 Mei (Sabtu) harus mules, kalo belum mules nanti mau diinduksi.
Efek kebanyakan USG tuh malah bikin bingung. Soalnya tanggal HPL nya ganti ganti terus...mana aku pas ntu nggak tau caranya ngitung HPL..Heuuu..cuman perkiraan aja dari dokter sekitar akhir april
Ealah dalaaah..ternyata setelah ngobrol ama kakakku sebenarnya HPL kita bisa dihitung dari HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir).. Alhasillah aku menghitung tanggal HPL ku dan ternyata HPL ku tanggal 3 Mei..
Masya Alloh..aku yang udah deg degan kok ga lahir lahir.. ternyata emang belum HPL nya..Wakakakakaak..
Deg Degan... Dag dig dug...maksimal divonis tanggal 2 Mei 2014 sore hari sudah harus masuk Rumah sakit... Alhamdulillahe hidup di lingkungan kampung ga masalah mau lebih hari juga..ada juga yang setahun atau 13 bulan yang baru lahir. Intinya...bayi itu punya waktu sendiri untuk keluar..so...santai aja
mau santai..tapi yo deg degan..jalan udah 5 km setiap hari, ngepel tiap hari, jalan sore, ngemall, nengok temen di rumah sakit sambil peputeran di rumah sakit,,...argghhh...tetep aja bikin deg degan... tanggal 5 pagi hari aku sengaja ke bidan untuk secon opinion. sengaja jalan ke sana walaupun sebenenere bisa minta tolong anterin papa... pagi sampe siang di bidan..sore hari ke ramayana jalan kaki sama suami... malam juga masih jalan keluar beli kacang ijo..hahaha..pokoknya seharian jalan....daan belum muless
Eng ing Eng....jam 10 malam mulai kerasa mules..ilang..mules..ilang....
Di depan ada papa lagi nonton tivi...pengen ngomong, tapi takut mules nya ilang...kan malu..semakin lama mule ilang, dihitung setengah jam an, terus semakin ke sini semakin 20menit....tapi ternyata ga bisa tidur...
daaan...jam 2 pagi akhirnya memutuskan untuk membangunkan papa dan mengatakan bersiap siap habis subuh meluncur ke rumah sakit..Kata papa disuruh sekarang aja ke rumah sakit, aku bilang aja...belum 5 menit sekali insya Alloh masih aman....
Jam 3 pagi mandi, siap siap...karena baju yang kupakai warna coklat, jadi aku pake jilbab warna krem robbani yang ada tali di leher...(benar benar salahhhhhh!!! mau melahirkan ko pake jilbab ada lilitan..berasa kebodohan yang aneh).. jadi ada tips nih kalo mau persiapan menuju rumah sakit juga harus sepaket dengan baju and jilbab ke rumah sakit..hehehe..
Jam setengah 4 baru telpon mertua disuruh siap siap...huaaa..ternyata mertua malah kebingungan karena serasa mendadak tak sempat persiapan bekal sarapan atau apa yang dibawa... arrgghhh...ini juga kan supaya ga heboh sekampung
Jam 5 pagi kami berangkat ke rumah sakit..ah...masih bisa cengingisan..masih bisa jalan..
Jam 5.30 masuk rumah sakit dulu, periksa, dan santai aja...periksa dalam ternyata sudah bukaan dua..alhamdulillaaaaahhh...lega akhirnya bertambah juga pembukaan setelah 3 minggu menunggu pembukaan 1 yang tak kunjung maju. fiuuh
Masuk ruang persalinan, dan terus jalan jalan di sekitar rumah sakit, alhamdulillah jalan kaki selama melahirkan sungguh membantu pernafasan, dan juga sering tilawah ketika hamil juga sangat membantu pernafasan saat menghadapai persalinan...
jam 11 siang alhamdulillah sudah bukaan 5..terharuuu, kata dokter insyaAlloh akan lahir sekitar asar...
jam 14.30 pembukaan 7...sudah mulai lelah berjalan, dan tetap di atas tempat tidur untuk menghemat tenaga. ketika menahan sakit saat miring ke kiri, a saleh ijin buang air besar..aku hanya ngangguk meringis kesakitan dan tak sanggup berkomentar
15.00 a saleh ditunggu tak kunjung datang. aku berteriak suruh panggil a saleh. ibu mertua pun kuminta mencari. tapi beliau malah bingung tak tega meninggalkanku sendiri di ruangan...Naaah inilah sat menegangkan, karena aku emosi, pembukaanku terhenti dan rahimku membengkak...aku tetap saja teriak memanggil a saleh... menyebalkan!!! di saat darurat seperti inidi saat pembukaan akhir, dia malah mengilang entah kemana...dan aku semakin frustasi saat tak ada yang bisa menemukannya, perut ku semakin sakit, aku maraah..emosi bercampur aduk
15.30 akhirnya a saleh muncul dengan muka tenang nya ...sumpah aku muaraah sekali dan tak bisa memaafkannya, bahkan sampai hari ini. Alasannya adalah habis BAB langsung solat asar.... LO pikiiirrrrrrrr!!!!! istrimu mau melahirkan dan sudah di bukaan akhir.. KAMU KAN BISA BAB di toilet sebelah kamarrrrrrr..ahhh..sakit luar bisa di akhir persalinan. Padahal aku sudah bisa mengatur nafas bahkan sampai bukaan 7. Menit bertambah menit sakit yang kurasa luar bisa, aku tidak kuat lagi, tapi aku tetep bersikukuh aku tidak mau disuntik induksi. Panggil suster dan dokter berkali kali untuk melihat pembukaan sampai berpa. Daaannnn..
17.00 ahhh aku selalu saja melihat jam dinding itu. aku ingin sekali waktu berputar cepat. segera mungkin. Dan alhamdulillah dokter sudah ada. tepatdi bukaan 9. Aku dilarang menegdan, tapi aku sudah tidak kuali, dan aku mengedan saja...ya sudah;ah, toh semua sudah kumpul di sekitarku, tak terkendali. Aku sudah tidak ingat lagi teori teori itu..pokoknya ingin segera keluar.
Oksigen dipasang...aku sudah parno, ga mau, aku bisa.. tapi kata dokter, oksigen ini untuk bayi supaya bisa bernafas. Aku ga mengitung berapa kali aku mengedan, aku hampir ga kuat lagi. Tapi aku melihat para perawat malah bisa bercerita tentang makanan satu sama lain, berarti semua yakin aku bisa, karena mereka suamu pun santai menangani aku.Perutku didorong oleh 2 orang perawat, suami melihatku, ibu mertua dan bibi memegangi dan mengingatkanku untuk selalu berdzikir..
17.30. Alhamdulillah lahir. plooong.. sakit masih terasa...tapi sudah lega. aku melihat bayiku di bawahku dengan badan biru pertanda terlilit, dengan sigapnya dr.Evi segera menganginya. ALhamdulillah, haru, aku mendengar tangisannya. Aku merasakan yang namanya nyawa ada di ujung saat mengedan dan aku hampir kehilangan tenaga, senyum suamilah yang membuatku tetap kuat untuk mengedan. Bukan hanya sekali, dua kali aku mengedan sampai akhirnya aku dibimbing untuk berkonsentrasi dalam mengedan. Tapi semuanya berasa lega saat akumendengar tangisannya dan berhenti menangis saat ia diazani oleh suami.
Louncing nama :
Jujur, aku menyerahkan urusan nama ke suami, dari usia 7 bulan sudah melist nama nama anak baik perempuan atau laki laki, semua tertulis di note hp suami, aku terima bersih. Bukan saja karena aku kurang kreatif, tapi karena memberi nama adalah kewajiban seorang ayah, ibu hanya memberi saran. Alhamdulillah tidak perlu menunggu lama untuk memberi nama anak kami, begitu louncing, kami beri nama Arsyila Nur Azkiya yang artinya kurang lebih Seorang anak yang mempunyai kedudukan ttinggi, lembut dan bercahaya
Kami memanggilnya Syila..
Nak, pada suatu hari mungkin kau akan membaca tulisan ini. Ingatlah nak, bahwa aku ibumu, yang mengandung, melahirkan, menyusui, mendidik dan membesarkanmu. Doakanlah kami umi abimu agar kelak dapat menghadap Sang Khalik dalam keadaan bahagia karena doa doamu...
Usia kami mungkin tak sepanjang usiamu, tak dapat melihatmu tumbuh dewasa, tapi kami yakin, doa doamu setiap saat dapat sampai ke kami di alam kubur sana. Dan doakanlah kami bisa bertemu dengan orang tua kami yang telah tiada dan kelak kita dipertemukan di surga Alloh.
Amin
JUAL TAS ECENG GONDOK
Tas eceng gondok,
1. Kode 7001
ukuran 20*14*10 cm
ada resleting
harga Rp. 50.000,0
2. Kode 7002
ukuran 20*14*10 cm
ada resleting
harga Rp. 50.000,0
MINAT? HUBUNGI ARTI HAPSARI 085226026029
Akhirnya aku menikah (Part 2)...Persiapan Pernikahan
Hari yang ditunggu telah datang. Tanggal 23 Juni. Tanggal bersejarah,
aku dinikahi oleh seorang lelaki yang tak kukenal sebelumnya. Mutual friend di
Face book aja cuman 4, tiga diantaranya partai keadilan sejahtera dari beberapa
kota..hehe..
Persiapan pernikahan aku siapkan sendiri. Agak kepedean sih...Maklum, mantan aktivis kampus
biasa jadi Event Organizer(EO). Jadi… cusss ga pake rumit. Aku dibantu sama
tante dan om yang ngurus teknis di Tegal, karena aku kan di bandung. Pulang aja
dua minggu sekali doang buat ngurus surat surat. Kalo papa di rumah kuminta
untuk fokus aja benerin rumah. Kebetulan di garasi besar kan belum dilepa (aci)
dan dicat, nah garasi besar inilah yang mau dijadikan tempat lamaran seperti pesan almarhumah mama, jadi kudu diberesin. Papa orangnya suka mikirin… jadi aku minta ga usah mikir karena
semua sudah terkoordinasi dengan baik. Maybe papa bingung gimana ngurus
pernikahan kan, secara waktu kaka perempuan saya menikah, mama sepertinya repot
pisan.
Ya iya lah, semua mama urus sendiri, kalo aku sih..maunya simple! Semua
catering. Hahay…Ni aku ceritakan beberapa persiapan ntu…Inget yooo..persiapanku
itu hanya tiga bulan dari proses khitbah.
Jadi, dihitungnya dari waktu khitbah (31 Maret) , bukan dari waktu
lamaran(27 April). Pede banget ya udah nyiap nyiapin padahal belum dilamar
ortunya. Biarin aja. Toh tanggal nikahnya udah lobi lobi antara papa, calon
suami, murrobi. Pokoknya mah nyiapin nikah ni aku buat santai aja, ga pake bingung, ga pake galau. Persiapan ntu antara lain..
1.
DANA
Ini
yang penting. Budget!!. Mau mihil bisa dapat mewah, mau sederhana juga pasti ada
harganya. Kalo aku siiih, dana itu sudah ada karena udah nabung. Pan juga dapat
sumbangan juga dari pihak laki buat uang dapur. Trus juga kita bikin asumsi
balik modal sumbangan 20 % (jiaaahhh…..sumbangan dimasukkan dalam perencanaan
cui…)
Aku ga
mau sebut berapa budgetnya ya…tapi semua sudah dihitung dengan cara semua item
yang besar dihitung dulu, seperti sewa gedung, rias, dekor, catering. Sisanya
tinggal ditambah 20 % untuk printilan printilannya. Kebutulan aku juga dapat
sponsor dari teman teman almarhumah mama. Kata mereka, itung itung sebagai balas budi ke
mama. Ahuuy…pastinya ini menyenangkan, karena bisa ngurang ngurangi budget
2.
GEDUNG
Gedung
yang aku pilih, yang deket dengan rumah. Dulu dipakai oleh tante, dan kakak
perempuanku. Dulu sih murah, tapi setelah direnovasi, harganya mihil…sebenernya
sih kalo cari gedung lain bisa, tapi kata Omku yang anggota dewan dari PDIP
bisa menjanjikan discount 50 %. Lummi kan… cuman bayar setengahnya dari 10
juta. Muke gileeeee…gedung doang 10 juta. Gedung udah di booking omku dengan DP 20%
Enam
minggu sebelum nikah, aku survey dulu, itung itung liat liat lah..dan iseng aku
cek ke administrasi. Ternyata tanggal tersebut sudah dibooking oleh orang yang
bernama Sukari. Kaget, jantung mau copot. Udah lemes lemes, ternyata setelah
konfirmasi sana sini sesame pegawai gedung ternyata katanya dia anggota dewan.
Alhamdulillah…akhirnya…bener…cuman salah nama, harusnya Sutari.
Tapi..ternyata
gedungnya ga bisa didiscount karena manajemennya sudah berbeda. Yahhh..apa
boleh dikata, ya sudahlah…jadi aja sewa gedung 10 juta, ga mungkin kan ganti gedung mendadak???
Gedung…selesai
3.
RIAS NGANTEN
Aku pake
salon yang paling bagus di Tegal…xixixi.alesannya satu : biar aku terlihat
cantik walaupun cuman sehari…haha..banyak testimoni tentang rias salon ini. Cuman
ya itu, penuuuh. Alhamdulillah begitu aku booking 8 minggu sebelumnya, ternyata
masih kosong. Karena bulan ruwah (syaban) di jawa itu banyak pantangan
mengadakan pernikahan, jadi Alhamdulillah di tanggal tersebut masih kosong.
Padahal bulan syawal nya udah penuh bookingan loh..
Dan
lebih hebatnya lagi, di tanggal itu cuman ada satu pengantin yang dirias..yaitu
cuman aku! Hahah *bangga. Jadilah aku ditungguin ampe siang sama
periasnya…malah sempet foto bareng
Untuk
rias ini aku minta satu set rias untuk penganten, orang tua, kakak, dan
pengapit. Dan juga aku minta dekor akad dari beliau juga. Kalo ga salah, dekor
akad cuman 500 rb…hehe..udah termasuk karpetnya..
Alhamdulillah
dapet murah…..dan hasilnya..memuaskan!!!
4.
DEKOR
Dekor
panggung resepsi bisa dibilang mahal. Padahal mung gitu gitu tok
ya…ngakalinnya, cari sponsor!!!. Aku pake gebyok dari saudara, jadi harganya
miring abissss….trus bunganya aku ga mau norak, ga mau semua asli. Mehooong.
Aku pake bunga asli hanya melati, biar harum harum dikit lahhhh, sisanya bunga palsu. Karpetnya juga pinjem aja…semua teknisnya dilobi lobi ama tante ku.
Ahayyy..jadilah
dekorasi gedung yang murah meriah, penuh dengan sponsor
5.
UNDANGAN
Pada
saat silaturahim dengan mantan bos mamaku, beliau janji akan ngasih sumbangan
berupa undangan dan souvenir. Alhamdulillah bangettttt. Jadi aku cuman bikin
kata katanya aja, yang cetak dan segala macamnya terserah kantor mamaku.
Uhuuyyy.
Undangannya
ada 500. 250 untuk tetangga dan handai tolan, 100 untuk keluarga besar calon
suami, 150 untuk teman teman kantorku….
Perkiraan
tamu sih cuman ± 350 undangan (±700 orang). Undangan dibagi banyak kan karena
calon suamiku termasuk orang penting…hahaha…jadi undangan ntu cuman sebagai pemberitahuan ajah. Secara nikahnya pan jauh di Tegal…
Kalo teman temanku di kantor kan juga banyak, mereka kan sodaraku semua, jadi kudu dikasih undangan dong. Masalah doi pada ke Tegal ato ngga ya ga masalah….buatku..undangan adalah permintaan do`a..cieeee
Kalo teman temanku di kantor kan juga banyak, mereka kan sodaraku semua, jadi kudu dikasih undangan dong. Masalah doi pada ke Tegal ato ngga ya ga masalah….buatku..undangan adalah permintaan do`a..cieeee
Jadi,
budget undangan cuman beli kertas stiker yang buat nemplekin ke undangan
ajah….
Sooo cheaaap...*senyuuum
Sooo cheaaap...*senyuuum
"undangan walimatul arsy"
"undangan akad&resepsi"
6.
CATERING
Tante
yul si pemilik catering bintang Rasa di tegal tu temen deket almarhuman mama. Beliau janji
sama mama sewaktu mama sakit, kalo aku nikah mau ngebantu cateringnya. Kalo diitung itung, biaya catering
hanya 60 % dari yang seharusnya. Nah looo..bia ditung kan berapa penghematannya.
Catering itu dari mulai snack dan dus makanan pengajian ibu ibu sore, catering
sarahan malam sebelum nikah, dan catering besar di
saat resepsi. Itu termasuk 7 stand makanan ringan. 7 stand untuk makanan ringan
khas tegal kaya bakso, martabak, siomay, ice krim dan satu stand lagi untuk air
minum tehh poci yang merupakan sponsor dari yang punya tehh poci tegal. Teman mama juga nih yang punya tehh poci Tegal
Selama
proses pernikahan, hampir tidak ada asap ngebul di dapur rumah. Cuman bikin air
tehh panas aja. Itupun sekalian rebus banyak trus dikasih gula trus ditaroh di jumbo
air. Aku cuman nyiapin gelas yang banyak aja, piring, jumbo, gula, toples dan
snack snack kecil aja
7.
SOUVENIR
Aku
sebenernya udah dikasih gratis souvenir dari mantan bos almarhumah mamaku yaitu 500 dompet
kecil. Cuman buat jaga jaga aja trus juga buat keluarga besar dan teman teman
calon suami yang ga bisa hadir, aku siapin 200 buah gunting kuku. Aku beli di Cibadak, Bandung, per pc-nya 2 ribuan.
Dan
dari pemilik tehh poci yang juga teman mamaku, aku dikasih souvenir tehh poci
bertuliskan namaku. Uhuuuyyy… ahh…senang kali souvenirnya banyak
Tips
untuk menjaga souvenir supaya tidak loss dari penglihatan, karena biasanya nih
panitia teledor sama souvenir. Tamu belum selesai, tapi keluarga besar udah
ngambil ngambil atau ada takut juga kehabisan. Tipsnya adalah, kita bagi dulu
untuk tamu tamu yang tidak datang tapi nitip kado, dibungkus terlebih dahulu
seperti tamu dari kantorku dan tamu keluarga besar suami. Sisanya, dikardusin
sedikit sedikit 75 pc, jadi ngeluarinnya dikit dikit. Dan jangan lupa titipkan
souvenir ini ke salah satu penerima tamu kita yang bertugas bertanggung jawab ke souvenir. Oke?
Souvenir dompet
8.
PANITIA DAN ACARA
Dalam
hal teknis, kita perlu panitia lho, missal untuk menjemput keluarga tamu, seksi
acara pas sarahan, ketua yang tugasnya mengkoordinir keluarga, panitia khusus
yang ngurusin konsumsi,dan lainnya. Tugas panitia adalah membantu teknis
pelaksanaan pernikahan supaya berjalan lancar. Semua format acara sudah kita
susun bersama, teknis diberikan ke panitia. Jadi pas hari H, aku santai ajaaaah.
Acara
aku buat simple ajah, aku ga mau ada adat adatan, siraman dan lain sebagainya.
Ini merupakan kesepakatan keluarga kedua belah pihak, mengingat yang menikah
kan beda suku, jadi supaya nasional aja. Bahasa yang digunakan juga bahasa
Indonesia.
Tanggal
22 Juni hanya ada dua agenda : sore hari adalah pengajian ibu ibu di kompleks
rumah. Yang mengisi ceramah adalah murrobiku dari semarang. Speciall gues yang
udah lama aku minta janji untuk hadir di pernikahanku.
Malam
hari adalah malam sarasehan. Mirip midodareni sih ya, tapi ini lebih ke
menyerahkan sarahan, makan malam dan taujih dari murrobiku yang tadi juga ngisi
pengajian sore.
Tanggal
23 Juni acaranya hanya akad nikah, foto di pelaminan akad, trus ganti baju
resepsi, and acara resepsi sampai jam dua siang. Simple
Sholat
sunnah dua rokaat dilakukan setelah acara resepsi selesai. Jadi….setelah
nemplokin bedak tebal ke muka, jam dua siang begitu acara selesai, kami segera
pulang, dan menghapus semua olesan di muka..hahaaaa…sayang banget ya..tapi ya mau gimana..pengennya aku gitu…xixixxi
9.
PENGIRING MUSIK
Sebagai
aktivis dakwah,,uhuk uhuk..aku pengen musiknya ga berbau dangdutan, orgen
tunggalan dengan menyewa penyanyi yang menor. Tapi aku berusaha
moderat. Jadi konsepnya campuran
Nasyid
sebagai pengiring utama aku pakai Al Birru tegal. Harganya bisa dilobi…
Orgen
tunggal tanpa penyanyi aku pake sodara ajah, jadi murah meriah deh..Nah, yang nyanyi yu nyumbang suara, jadi kalo mau nyanyi ya tinggal maju ke panggung aja...salah satu lagunya aku suka : One Thousend Year
Ohya,
untuk sound system acara akad di rumah, aku pinjem dari pakde (kakaknya mama). jadi pengiring musiknya murah meriah
10. PENGINAPAN
TAMU
Penginapan
yang aku pilih untuk keluarga besar calon suami aku pilih yang bentuknya rumah.
Jadi kan aku ga perlu menghitung berapa orang yang hadir dan kamar kamarnya.
Aku pilih rumah besar dengan 5 kamar plus ruang tamu dan ruang keluarga yang
besar. Cukup minta disediakan tambahan karpet aja dari pihak wisma. Hehe
Untuk
tamu kantorku, aku pilihkan kamar di sebelah gedung pernikahan. Bentuknya kamar
kamar, jadi ntar kita serahkan aja ke pihak kantor untuk pembagian kamarnya
aja, aku cuman mencarikan aja.
"penginapan keluarga besar calon suami"
11. VIDIO
AND FOTO
Karena
pernikahan adalah momentum sekali seumur hidup, aku pengen yang agak bagusan
dikit. Kebetulan aku dapet sponsor dari kakku sendiri untuk dibuatkan majalah
wedding, jadi kaya wedding story gitu loh. Mehong sih, tapi yaaa namanya aja
dikasih sponsor dari kakak, angguk anggukkan kepala dong ya pastinya
Kalo
untuk foto aku minta yang 5 roll untuk keseluruhan acara, dua DVD wedding
shooting. Namanya juga moment yang harus dikenang selama lamanya, jadi milihnya
yang bagus tapi miring harga, coz ini punya teman….
12. PRINTILAN-PRINTILAN
Nahhh..khusus
untuk printilan printilan….kita kudu nyiapin to do list. Begitu inget ada yang
kurang, langsung tulis di buku catatan. Beberapa printilan yang biasanya
kelupaan dari proses pernikahan tuh banyak, ga sama tiap orangnya, karena kan
kalo orang yang perfeksionis banget pasti akan detail banget. Mungkin bawaan
turunan golongan darah A yang semuanya kudu detail dan terceklist, aku juga
menceklist semua hal yang kecil kecil meskipun aku bukan tipe perfeksionis.
Contoh
printilannya ntu contohnya
a. Sepatu. Karena suamiku tingginya 30 cm lebih dari aku,
jadi aku putuskan untuk memakai sepatu tinggi 9 cm. Dan aku bela belain hunting
warna putih dan emas, meskipun harganya mehong, tapi ya…lagi lagi namanya
moment ga bisa diulang, takut ntar difoto njomplang..ya terpaksa deh. Biar
keliatan serasi gitu lo..Jangan lupa ama kaos kaki nya yang baru...
Tau dari mana nih ukuran tingginya, kan ga
pernah pacaran, ketemuan, boncengan apalagi jejeran….ya dari biodata lah….*senyum mlipirrr
b.
Mobil jemputan tamu
Tamunya
kan banyak tuh, ada yang dari luar kota, ada temen yang naik kereta juga, pasti
butuh angkutan dan sopirnya. Jadi kita kudu spare angkutan mobil sekiranya
untuk jemput jemput teman teman dan handai tolan…
Mobil
ga harus nyewa, pinjem aja ke sodara ama sopirnya sodara kita sekalian..
c.
Baju panitia
Baju
panitia ini wajib ga wajib sih ya, tapi ya kalo bisa diusahakan ada. Jadi keluarga
besar bisa make baju panitia kita di acara yang lain. Kan lucu tuh kalo ada
acara keluarga disuruh pake baju yang ijo," baju pernikahnnya arti dan saleh"…hehe…kan
jadi inget terus nih.
Aku sih
cumin beliin kainnya aja, yang jahit masing masing aja, kalo ga salah sih aku
beliin untuk 11 bersaudara papa dan keluarga besarnya, trus 3 pasang untuk aku
dan kakakku.
d.
Buku tamu, pulpen, baki, dus souvenir
Walaupun
kecil, tapi kalo ditunda tunda belinya, ntar ntaran aja belinya, takut
kelupaan. Pernah ini kejadian di pernikahan sepupuku, pas ntu dia masrahin
belanja ini ke adeknya. Nah karena ini cuman sepele, di ntarin aja…giliran mau
ke gedung, penerima tamu udah siap…baru deh kewalahan nyari buku tamu di toko buku…
Heuuuu…nyebelin sih, kecil sepele tapi kalo ngga ada…bikin keringet dingin keluar mendadak...
e.
Pembantu harian.
Aku
tipe simple. Jadi semua nya kudu simple. Aku cuman butuh pembantu harian dua
orang selama dua hari ajah. Untuk beberes, untuk bikin minum. Sepele. Kayaknya ga
perlu, toh semua udah catering, bisa dibantu ama keluarga.. tapi buatku, aku
gak mau kejadian kaya pas pernikahan kakakku terulang di aku. Mamaku gak
menyiapkan pembantu di hari H, alhasil dong, aku udah dandan rai pake kebaya
masih ngrebus aer dan bikin tehh ke jumbo…luntur deh
Tau
gak, begitu aku pulang dari resepsi gedung, rumahku udah bersih, seperti gak
ada acara sebelumnya, cuman tenda aja, itu juga kursi udah ditata di pinggir. Lowong…sepi…
bayangin aja, kalo gak ada yang ngebantu kita…habis acara selesai, mana udah
cape..kita masih mbabu…ngenesssssss…
f.
Sarapan pagi
Ini
juga gak boleh kelewat. Ini harus dipesan sebelumnya, meskipun cuman nasi
kuning di plastik mika kecil harga tiga ribuan. Kenapa penting, karena kita sudah kudu siap dari pagi
pagi pisan. Sudah dirias dari pagi, panitia meluncur ngejemput jemput tamu dari
pagi. Jadi kita kudu siapin sarapan di tiap tiap pos ; Di rumahku, di wisma
keluarga suami, dan di penginapan teman kantor.
Nah kalo persiapannya walaupun sederhana tapi kita buat ceklis dan kita
buat mitigasi resikonya * kebanyakan belajar manajemen resiko, insya Alloh jalannya pernikahan tuh smooth, ga riweuh,
ga stress. Malah bisa dibilang, meskipun aku ga pacaran sama calon suami, ga
berhubungan langsung untuk mengatur semuanya, ga pernah rapat atau minta antar
kemana manauntuk beli ini itu tetek bengek, Alhamdulillah acara lancar aja, aku aja mandi pagi jam
setengan 6, dan mulai dirias setengah 7. Kerja sama tim, kompak, kita pastikan
semua yang printilan udah ada sehari sebelumnya, missal sepatu / slop sodara sodara yang pake
kebaya, semua baju sudah diantar sehari sebelumnya..dan lainnya..
That`s it..kisahku…perjalanan proses pernikahaku…
Dan yang pasti, harus selalu inget bahwa proses pernikahan itu hanya
awal dari pernikahan itu sendiri. Perjuangan baru dimuali, kehidupan baru
dimulai, dan semua proses pernikahan tidak selalu indah seperti cerita di
negeri dongeng..Untuk menggapai sakinah mawadah warohmah harus ada kerja sama
dari pihak suami dan istri, jalannya tidak selalu mulus, dan kisahnya tidak selalu indah...
Ini kisahku….
Langganan:
Postingan (Atom)







