Tahun ini tanggal 17 agustus 2010 jatuh di bulan ramadhan 1431 H..Dua tahun mendatang juga begitu..semua perayaan masyarakat beberapa ada yang dimajukan tapi beberapa juga ditiadakan mengingat hari puasa ramadhan. Tapi sebenarnya juga 65 tahun yang silam yaitu tahun 1945 bangsa Indonesia juga diproklamasikan pada bulan ramadhan..wuihh..keren juga tu pemuda jaman dulu..ga ada akses komunikasi, transportasi dan digital tapi udah keren gitu mikirnya.
Justru sekarang acara kemerdekaan bahkan sekedar upacara aja banyak ngeles ga mau karena puasa…jauh ma istilah patriotisme. Memang kaum muda jaman sekarang belum cocok buat meneruskan cita-cita founding father, makanya kabinet, eksekutif banyak didominasi kaum tua…ckckckc
Suasana nasionalisme religious mungkin sangat dirasakan untuk orang-orang yang merasakan proklamasi hadir di masa mereka muda. Sebenarnya para pejuang dulu juga sudah mengajarkan kita bagaimana menghimpun kekuatan religius dalam semangat juang nasionalisme, karena memang sebenarnya islam itu tidak terpisahkan antara agama dan Negara, antara masjid dan pemerintahan, islam itu syumul, tiadak ada pemisahan perkara agama di masjid saja, dan masalah rakyat di urus Negara, seperti halnya sistem sekuler.
Bukan suatu kebetulan bangsa ini merdeka pada saat ramadhan, semua sudah diatur oleh izin Alloh Swt, maka pantaslah ruh perjuangan tersebut dirangkai dalam pembukaan UUD 1945 "Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.", karena bagi umat Islam, kemerdekaan Indonesia adalah berkah dan rahmat Allah SWT yang sangat besar, karena secara logika, perjuangan bamboo runcing melawan meriam, pasukan yang tak mengenal sekolah militer beradu dengan serdadu perang dengan perlengkapan dan taktik perang handal bukan modal utama bangsa Indonesia bisa merdeka. Karena memang rahmat Alloh lah jua yang bisa menjadikan bangs ini merdeka, meskipun pada akhirnya cita-cita para pahlawan kita yang tertuang dalam piagam Jakarta akhirnya kandas.
Terbayang bagaimana panjangnya perjuangan menegakkan kemerdekaan sejak pertama kali bangsa penjajah menginjakkan kakinya di tanah air tercinta ini. Terbayang pula para pahlawan Islam yang maju ke medan pertempuran tanpa takut, berharap mendapat satu dari dua keutamaan, gugur sebagai syuhada atau hidup sebagai manusia merdeka.
Para pahlawan itu, seperti Teuku Umar dan Cut Nyak Dien dari Aceh, Tuanku Imam Bonjol dari Tanah Minang, Sisingamangaraja dari Tapanuli, Sultan Agung Tirtayasa dari Banten, Pangeran Diponegoro dan Kyai Maja dari Yogyakarta, Sultan Hasanuddin dari Makasar, Pangeran Antasari dari Banjar, Kapitan Pattimura dari Maluku, dan ribuan tokoh lainnya, telah memberikan teladan kepahlawanan yang tidak lekang dimakan waktu. Mereka semua berjuang dengan semangat jihad yang tinggi, semangat nasionalisme mereka terhadap penjajah karena memang didasarkan karena Islam mengajarkan untuk melawan penjajah. Kecintaan pada tanah air didorong oleh titah Tuhan untuk senantiasa dijaga, dimakmurkan, dan disejahterakan dengan penuh ketundukkan, bukan dengan basis penjajahan.
Ramadhan memberikan inspirasi yang luar biasa pada perjuangan untuk memerdekakan diri dari penjajahan. Peristiwa-peristiwa besar yang menghiasi alur sejarah Rasul banyak terjadi di bulan Ramadan, seperti perang Badar, perang Tabuk, Futuh Mekah, dan penaklukan Andalusia.
Kenyataan ini menunjukkan bagaimana shaum, ibadah yang menuntut ketahanan fisik dan mental karena dilakukan dengan menahan makan dan minum, justru menyuntikkan motivasi berlipat untuk meraih pahala kebajikan.
Memang tahun 1945 dan 2010 berbeda, berbeda pelaku dan zaman. Tidak adil rasanya membanding-bandingkan dua keadaan yang berbeda itu. Tetapi, pemaknaan dan suasana kejiwaan yang sempat menjelma dahulu dalam dada bangsa Indonesia umumnya dan umat Islam Indonesia khususnya, layak diwariskan.
Untuk itu, di waktu yang suci ini, di bulan penuh maghfirah ini, bertepatan dengan semangat juang patriotisme proklamasi kemerdekaan Indonesia, tidak salah jika kita menundukkan kepala dan hati untuk memohon ampunan Allah SWT. Keikhlasan dalam bertaubat akan mengundang kebaikan dan rahmat-Nya. Tidak perlu malu kita mengakui dosa dan kesalahan, karena Tuhan Maha Pengasih dan Pemaaf. Jika kita serentak melakukannya, yakinlah bangsa Indonesia akan berjaya dan menjadi negeri impian, baldatun thayyibatun wa robbun ghafur.
Untuk merah putih..i luv uuu
Art Soul. Kadang kita tidak bisa mngungkapkan semua cerita dengan pertemuan. Aku dan aku dengan segala karakterku. Aku tuangkan di sini
2 Ramadhan : Dulu suka demo..sekarang melongo..
sekarang aku lagi keheranan dengan diriku sendiri...di tempat kerja ada masalah dengan kontrak kprogram OJT. waktu tanda tangan pertama, kami masih berstatus CP alias calon pegawai.
tapi setelah nerjalan watu, tiba-tiba NIP kami diganti OJT, dan ada surat yang masuk menyatakan bahwa OJT bukan calon pegawai. Itu saja sudah one prestasi...
Sekarang, disaat akhir masa OJT, yaitu berakhir hari ini, kami disuruh tanda tangan adendum
tentang program OJT, seakan-akan perjanjian dulu salah, trus ni di adendum,,dan kita suruh tanda tangan..huhuhu
pengennya si demo, bikin lrilis kaya dulu jaman kuliah, tapi sekarang aku ga mampu..ga ada payung hukum yang melindungi para OJT
OJT..engkau dianggap sebagai siswa magang, tapi pekerjaanmu melebihi kerjaan orang yang bekerja...
Kalo memang tak ada satu pun yang bisa membantu..maka cuman berharap Tangan Tuhan saja yang akan menyelesaikan ini...
Dan yang pasti, bukan demo penyelesaiannya, mari lebih bijak..
demo jalanan kan punya mahasiswa, sekarang saatnya lebih legan dalam menyikapi pendzoliman...
Oke sist....
tapi setelah nerjalan watu, tiba-tiba NIP kami diganti OJT, dan ada surat yang masuk menyatakan bahwa OJT bukan calon pegawai. Itu saja sudah one prestasi...
Sekarang, disaat akhir masa OJT, yaitu berakhir hari ini, kami disuruh tanda tangan adendum
tentang program OJT, seakan-akan perjanjian dulu salah, trus ni di adendum,,dan kita suruh tanda tangan..huhuhu
pengennya si demo, bikin lrilis kaya dulu jaman kuliah, tapi sekarang aku ga mampu..ga ada payung hukum yang melindungi para OJT
OJT..engkau dianggap sebagai siswa magang, tapi pekerjaanmu melebihi kerjaan orang yang bekerja...
Kalo memang tak ada satu pun yang bisa membantu..maka cuman berharap Tangan Tuhan saja yang akan menyelesaikan ini...
Dan yang pasti, bukan demo penyelesaiannya, mari lebih bijak..
demo jalanan kan punya mahasiswa, sekarang saatnya lebih legan dalam menyikapi pendzoliman...
Oke sist....
Tafakur 1 Ramadhan : Ramadhan sebagai Bulan Syiar
Disadari atupun tidak, bulan Ramadhan saat ini sedang jadi trending topic di seluruh antero jagat, di media massa, televisi, fb, tweeter, semua nya jadi topic pembahasan utama. Ada yang meminta maaf dan saling bersilaturahmi sebelum menjalankan ibadah puasa, televisi juga sudah ramai menghadirkan artis tobat dadakan di seluruh acara , tiba-tiba semuanya berpakaian lumayan tertutup, dan sebagainya.
Kita merasakan suasana tersebut sangat kondusif untuk menjadikan bulan ini lebih khusyuk dalam beribadah, semua memfasilitasi. Jam kantor dikurangi karena menghormati bulan ini, pengajian juga mendadaklebih ramai dari biasanya, jamaah masjid lebih ramai pula dari hari biasanya, sungguh memang bulan Ramadhan adalah bulan penuh barokah.
Ramainya seluruh masyarakat dunia memperbincangkan bulan ini sebenarnya merupakan sarana syiar islam itu sendiri. bahwa islam adalah agama yang damai, penuh barokah, indah dan khusyu`. Kasus penangkapan teroris saat ini bahkan tak dapat menggantikan suasana khidmat Ramadhan. Kita bisa membuktikan pada semua masyarakat penduduk bumi bahwa islam adalah agama rahmatan Lil Alamin, agama yang di dalamnya mengajarkan kasih dan berbagi.
Semoga masyarakat tidak saja menjadikan Ramdahan ini sebagai tranding topic, tapi juga sebagai momentum perbaikan diri, sehingga Ramadhadan menjadi tonggak tegaknya seseorang semakin mencintai Alloh, dan menjadikan bulan ini menjadi bulan yang dapat menghadirkan kemenangan Agama Alloh..
Amin
Attitude is Everything
Alkisah, ada seekor anak anjing yang tersasar dan gagal menemukan jalan pulang ke rumah majikannya. Dengan putus asa, anak anjing itu berjalan tak tentu arah, dan kemudian berteduh di sebuah rumah karena hujan turun rintik-rintik. Dengan sedih, anak anjing itu meringkuk di dekat daun pintu depan yang sedikit terbuka, dan berkeluh kesah. Dia berharap segera dapat menemukan jalan pulang, karena dia lapar dan sangat merindukan tempat tidurnya yang nyaman dan hangat.
Saat tengah berkeluh kesah begitu, tanpa sengaja matanya menangkap bayangan anjing lain yang juga sedang meringkuk di dekat daun pintu depan. Dia melompat bangun dengan terkejut, dan melihat anjing yang dilihatnya pun bangkit dari meringkuknya, dan kemudian mereka berdua berdiri berhadap-hadapan sambil saling memandangi. Anjing kecil merasa tak nyaman dengan kejadian ini, dan berusaha mengatakan sesuatu, tapi tak bisa karena lidahnya kelu. Bahkan dia kemudian merasa terkejut dan heran karena anjing yang berdiri di hadapannya ini mirip sekali dengannya, baik dari ukuran tubuh maupun warna bulunya.
Sesaat anjing kecil tak tahu harus berkata atau berbuat apa. Namun karena anjing yang berdiri di hadapannya itu selalu memandanginya, anjing kecil menjadi tak senang dan menyalakinya. Tak diduga, begitu dia menyalaki anjing itu, anjing itupun menyalakinya.
Nyali anjing kecil ciut karena yakin anjing yang berdiri di hadapannya ini tak senang dia memasuki rumahnya. Khawatir akan diserang, anjing kecil menjauhi anjing itu, dan ternyata anjing itupun menjauhinya. Anjing kecil terhenyak, dan menghentikan langkah dengan terheran-heran. Dalam hati dia bertanya-tanya; “Apakah anjing itu juga takut kepadaku?”
Yakin apa yang difikirkannya benar, keberanian anjing kecil tumbuh. Untuk menunjukkan kepada anjing di hadapannya kalau dia bukan penakut, ajing kecil menyalaki anjing itu dengan sangat keras. Namun anjing kecil kembali terhenyak, bahkan nyalinya menciut lagi, karena begitu dia menyalaki anjing di hadapannya itu, anjing itupun menyalakinya. Anjing kecil celingukkan untuk mencari bantuan, namun lagi-lagi dia tersentak karena di kiri kanan anjing yang berdiri di hadapannya, ternyata ada anjing-anjing lain yang ukuran tubuh dan warna bulunya sama dengan anjing itu maupun dengan dirinya. Anjing kecil pun lari terbirit-birit meninggalkan rumah karena takut dikeroyok. Di jalan di depan rumah, dia berpapasan dengan seekor anjing dewasa.
“Hey! Mengapa kamu ketakutan seperti itu?” tegur anjing dewasa.
Anjing kecil memberitahu kalau di rumah tempatnya berteduh terdapat banyak sekali anjing, dan anjing-anjing itu semuanya galak.
“Anjing-anjing itu mirip sekali denganku, baik ukuran tubuh maupun warna bulunya,” imbuh anjing kecil.
Anjing dewasa terheran-heran, dan kemudian tertawa terbahak-bahak. Dia memberitahu kalau rumah tempat anjing kecil berteduh adalah rumah kosong, karena si empunya rumah telah pindah beberapa bulan lalu, dan rumah itu dalam proses penjualan.
“Kalau begitu anjing-anjing yang di sana semuanya anjing liar, ya? Pantas semuanya galak,” anjing kecil menyimpulkan.
Anjing dewasa menggeleng-gelengkan kepala, dan memberitahu kalau dia telah sangat sering memasuki rumah itu, namun tidak pernah bertemu dengan seekor anjing lain pun di sana.
“Tapi di rumah itu memang ada banyak sekali cermin yang digantungkan di dinding-dindingnya, sehingga siapapun yang mendekat atau berdiri di depan cermin-cermin itu, pasti akan melihat pantulan dirinya. Jadi anjing-anjing yang kamu lihat mirip denganmu itu sebenanya pantulan dirimu sendiri pada cermin itu,” imbuhnya.
“Oya?” anjing kecil tak percaya.
“Cobalah kembali ke sana, dan tersenyumlah di depan cermin-cermin itu. Maka kamu akan menemukan anjing yang mirip denganmu sedang tersenyum kepadamu,” tegas anjing dewasa.
Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kisah klasik ini? Intinya adalah, apa yang kita terima selama ini seringkali tergantung pada bagaimana sikap kita terhadap apa yang ada di sekitar kita, termasuk lingkungan. Kita dapat membuat diri kita menjadi A, B, C, dan D, jika kita memang ingin seperti itu. Jika kita ingin berbuat jahat kepada seseorang, maka kita akan berbuat seperti yang kita inginkan. Begitupula sebaliknya.
Pertanyaan terbesarnya sekarang adalah, apa yang Anda inginkan untuk hidup Anda? Kesuksesan yang memberikan kenyamanan hidup, kebahagiaan, dan derajat yang tinggi? Atau sebaliknya? Jika Anda ingin sukses, canangkan hal itu dalam diri Anda, maka diri Anda akan membawa Anda pada tujuan yang ingin dicapai.
Anda mungkin akan berkata; “Saya ingin begini dan begitu, tapi saya punya banyak kendala. Saya tak punya uang untuk kuliah, saya tak punya modal untuk membuka usaha yang saya rencanakan, saya tak tahu bagaimana caranya mencapai apa yang saya inginkan, dan sebagainya”.
Mengapa ini menjadi kendala? Orang bijak mengatakan; “Anda adalah apa yang Anda fikirkan”. Jika Anda merasa bahwa ini sulit dan itu sulit, maka Anda akan merasa sulit. Jika sebaliknya, maka yang Anda rasakan adalah sebaliknya juga. Selalu ada solusi untuk setiap permasalahan. Yang paling utama dan terpenting adalah, tumbuhkan keinginan atau motivasi dalam diri Anda, karena hal ini laksana BBM yang memanaskan dan kemudian menggerakkan roda mesin kendaraan. Jika mesin tidak dipanasi, kendaraan takkan jalan dan stay di satu tempat selamanya. Jika kendaraan telah melaju, Anda tinggal mengendalikan arah dan tujuannya, sambil mencari solusi jika ada kendala menghadang. Ingat pemeo penting ini; “JIka Anda lunak terhadap diri Anda, maka dunia akan keras kepada Anda. Sebaliknya, jika Anda keras kepada diri Anda, maka dunia akan lunak kepada Anda”.
Kata-kata bijak ini menjelaskan kepada Anda; jika Anda terlalu banyak kompromi terhadap diri Anda, sehingga Anda kerap menunda-nunda pekerjaan, malas, dan lebih senang memanjakan diri dengan mengejar kesenangan sesaat sehingga waktu yang berharga terbuang percuma, maka Anda akan mendapatkan kehidupan yang sulit, kehidupan yang membuat Anda menderita dan mungkin juga akan membuat Anda sering menangis. Sebaliknya, jika Anda senantiasa memacu diri agar waktu yang berharga dapat memberikan manfaat pada masa kini maupun masa mendatang, maka kehidupan akan memberi Anda kesenangan, kenyamanan, kebahagiaan, kehormatan, dan sebagainya, karena perjuangan Anda dalam mencapai apa yang Anda inginkan, telah memasukkan Anda dalam jajaran orang sukses di dunia ini.
Ingat juga slogan penting ini; “Hasil akhir yang berkualitas diawali dari implementasi yang berkualitas (Quality Implementation / QI)”. Maka awalilah selalu hari Anda dengan fikiran-fikiran yang berkualitas, fikiran-fikiran yang dapat menumbuhkan semangat dan motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan. Lalu implementasikan pula secara berkulitas. Selamat berjuang. Semoga Anda mendapatkan hasil yang berkualitas.
Saat tengah berkeluh kesah begitu, tanpa sengaja matanya menangkap bayangan anjing lain yang juga sedang meringkuk di dekat daun pintu depan. Dia melompat bangun dengan terkejut, dan melihat anjing yang dilihatnya pun bangkit dari meringkuknya, dan kemudian mereka berdua berdiri berhadap-hadapan sambil saling memandangi. Anjing kecil merasa tak nyaman dengan kejadian ini, dan berusaha mengatakan sesuatu, tapi tak bisa karena lidahnya kelu. Bahkan dia kemudian merasa terkejut dan heran karena anjing yang berdiri di hadapannya ini mirip sekali dengannya, baik dari ukuran tubuh maupun warna bulunya.
Sesaat anjing kecil tak tahu harus berkata atau berbuat apa. Namun karena anjing yang berdiri di hadapannya itu selalu memandanginya, anjing kecil menjadi tak senang dan menyalakinya. Tak diduga, begitu dia menyalaki anjing itu, anjing itupun menyalakinya.
Nyali anjing kecil ciut karena yakin anjing yang berdiri di hadapannya ini tak senang dia memasuki rumahnya. Khawatir akan diserang, anjing kecil menjauhi anjing itu, dan ternyata anjing itupun menjauhinya. Anjing kecil terhenyak, dan menghentikan langkah dengan terheran-heran. Dalam hati dia bertanya-tanya; “Apakah anjing itu juga takut kepadaku?”
Yakin apa yang difikirkannya benar, keberanian anjing kecil tumbuh. Untuk menunjukkan kepada anjing di hadapannya kalau dia bukan penakut, ajing kecil menyalaki anjing itu dengan sangat keras. Namun anjing kecil kembali terhenyak, bahkan nyalinya menciut lagi, karena begitu dia menyalaki anjing di hadapannya itu, anjing itupun menyalakinya. Anjing kecil celingukkan untuk mencari bantuan, namun lagi-lagi dia tersentak karena di kiri kanan anjing yang berdiri di hadapannya, ternyata ada anjing-anjing lain yang ukuran tubuh dan warna bulunya sama dengan anjing itu maupun dengan dirinya. Anjing kecil pun lari terbirit-birit meninggalkan rumah karena takut dikeroyok. Di jalan di depan rumah, dia berpapasan dengan seekor anjing dewasa.
“Hey! Mengapa kamu ketakutan seperti itu?” tegur anjing dewasa.
Anjing kecil memberitahu kalau di rumah tempatnya berteduh terdapat banyak sekali anjing, dan anjing-anjing itu semuanya galak.
“Anjing-anjing itu mirip sekali denganku, baik ukuran tubuh maupun warna bulunya,” imbuh anjing kecil.
Anjing dewasa terheran-heran, dan kemudian tertawa terbahak-bahak. Dia memberitahu kalau rumah tempat anjing kecil berteduh adalah rumah kosong, karena si empunya rumah telah pindah beberapa bulan lalu, dan rumah itu dalam proses penjualan.
“Kalau begitu anjing-anjing yang di sana semuanya anjing liar, ya? Pantas semuanya galak,” anjing kecil menyimpulkan.
Anjing dewasa menggeleng-gelengkan kepala, dan memberitahu kalau dia telah sangat sering memasuki rumah itu, namun tidak pernah bertemu dengan seekor anjing lain pun di sana.
“Tapi di rumah itu memang ada banyak sekali cermin yang digantungkan di dinding-dindingnya, sehingga siapapun yang mendekat atau berdiri di depan cermin-cermin itu, pasti akan melihat pantulan dirinya. Jadi anjing-anjing yang kamu lihat mirip denganmu itu sebenanya pantulan dirimu sendiri pada cermin itu,” imbuhnya.
“Oya?” anjing kecil tak percaya.
“Cobalah kembali ke sana, dan tersenyumlah di depan cermin-cermin itu. Maka kamu akan menemukan anjing yang mirip denganmu sedang tersenyum kepadamu,” tegas anjing dewasa.
Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kisah klasik ini? Intinya adalah, apa yang kita terima selama ini seringkali tergantung pada bagaimana sikap kita terhadap apa yang ada di sekitar kita, termasuk lingkungan. Kita dapat membuat diri kita menjadi A, B, C, dan D, jika kita memang ingin seperti itu. Jika kita ingin berbuat jahat kepada seseorang, maka kita akan berbuat seperti yang kita inginkan. Begitupula sebaliknya.
Pertanyaan terbesarnya sekarang adalah, apa yang Anda inginkan untuk hidup Anda? Kesuksesan yang memberikan kenyamanan hidup, kebahagiaan, dan derajat yang tinggi? Atau sebaliknya? Jika Anda ingin sukses, canangkan hal itu dalam diri Anda, maka diri Anda akan membawa Anda pada tujuan yang ingin dicapai.
Anda mungkin akan berkata; “Saya ingin begini dan begitu, tapi saya punya banyak kendala. Saya tak punya uang untuk kuliah, saya tak punya modal untuk membuka usaha yang saya rencanakan, saya tak tahu bagaimana caranya mencapai apa yang saya inginkan, dan sebagainya”.
Mengapa ini menjadi kendala? Orang bijak mengatakan; “Anda adalah apa yang Anda fikirkan”. Jika Anda merasa bahwa ini sulit dan itu sulit, maka Anda akan merasa sulit. Jika sebaliknya, maka yang Anda rasakan adalah sebaliknya juga. Selalu ada solusi untuk setiap permasalahan. Yang paling utama dan terpenting adalah, tumbuhkan keinginan atau motivasi dalam diri Anda, karena hal ini laksana BBM yang memanaskan dan kemudian menggerakkan roda mesin kendaraan. Jika mesin tidak dipanasi, kendaraan takkan jalan dan stay di satu tempat selamanya. Jika kendaraan telah melaju, Anda tinggal mengendalikan arah dan tujuannya, sambil mencari solusi jika ada kendala menghadang. Ingat pemeo penting ini; “JIka Anda lunak terhadap diri Anda, maka dunia akan keras kepada Anda. Sebaliknya, jika Anda keras kepada diri Anda, maka dunia akan lunak kepada Anda”.
Kata-kata bijak ini menjelaskan kepada Anda; jika Anda terlalu banyak kompromi terhadap diri Anda, sehingga Anda kerap menunda-nunda pekerjaan, malas, dan lebih senang memanjakan diri dengan mengejar kesenangan sesaat sehingga waktu yang berharga terbuang percuma, maka Anda akan mendapatkan kehidupan yang sulit, kehidupan yang membuat Anda menderita dan mungkin juga akan membuat Anda sering menangis. Sebaliknya, jika Anda senantiasa memacu diri agar waktu yang berharga dapat memberikan manfaat pada masa kini maupun masa mendatang, maka kehidupan akan memberi Anda kesenangan, kenyamanan, kebahagiaan, kehormatan, dan sebagainya, karena perjuangan Anda dalam mencapai apa yang Anda inginkan, telah memasukkan Anda dalam jajaran orang sukses di dunia ini.
Ingat juga slogan penting ini; “Hasil akhir yang berkualitas diawali dari implementasi yang berkualitas (Quality Implementation / QI)”. Maka awalilah selalu hari Anda dengan fikiran-fikiran yang berkualitas, fikiran-fikiran yang dapat menumbuhkan semangat dan motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan. Lalu implementasikan pula secara berkulitas. Selamat berjuang. Semoga Anda mendapatkan hasil yang berkualitas.
JURUS BEBAS STRES DI KANTOR
Banyak orang mengeluh dan merasa tersiksa dengan tumpukan pekerjaan di kantor. Mereka seringkali merasa terjebak karena tak dapat menolak tugas yang dibebankan atasan. Stres pun mendera.
Tugas karyawan memang mengerjakan hal yang diperintahkan atasan demi kepentingan perusahaan. Namun masalahnya, ia seringkali harus bekerja melebihi tanggung jawabnya. Misalnya, harus mengambil alih pekerjaan rekan kerjanya yang dianggap memiliki performa buruk. VIVAnews
Tersandera dengan tugas yang menumpuk, apalagi terbebani pekerjaan orang lain, semacam ini rentan memicu stres. Jika Anda mengalaminya, cobalah tips berikut agar hidup lebih nikmat.
1. Terima Dengan Besar Hati
Di dunia ini langka sekali ada orang yang selalu mendapatkan sesuatu sesuai keinginannya. Sebab, kita hidup bersama orang-orang yang berbeda karakter, kemauan, atau kepentingan. Ketika bos memberi tugas yang tak Anda suka berusahalah menerimanya dengan besar hati dan lapang dada. Mungkin bos tahu Anda tak suka itu, tapi cobalah berpikir itu yang terbaik bagi perusahaan, tempat Anda mencari nafkah.
2. Lihat Sisi Positifnya
Orang yang dapat diandalkan biasanya orang yang selalu mendapatkan perhatian dan prioritas. Adanya pelimpahan tugas itu berarti Anda masuk kategori karyawan andalan. Itu berarti Anda memiliki nilai positif di mata bos. Anda harus bangga, karena Anda bisa jadi merupakan the one of the best di perusahaan. Selanjutnya, silahkan berharap kenaikan gaji atau promosi jabatan.
Tugas karyawan memang mengerjakan hal yang diperintahkan atasan demi kepentingan perusahaan. Namun masalahnya, ia seringkali harus bekerja melebihi tanggung jawabnya. Misalnya, harus mengambil alih pekerjaan rekan kerjanya yang dianggap memiliki performa buruk. VIVAnews
Tersandera dengan tugas yang menumpuk, apalagi terbebani pekerjaan orang lain, semacam ini rentan memicu stres. Jika Anda mengalaminya, cobalah tips berikut agar hidup lebih nikmat.
1. Terima Dengan Besar Hati
Di dunia ini langka sekali ada orang yang selalu mendapatkan sesuatu sesuai keinginannya. Sebab, kita hidup bersama orang-orang yang berbeda karakter, kemauan, atau kepentingan. Ketika bos memberi tugas yang tak Anda suka berusahalah menerimanya dengan besar hati dan lapang dada. Mungkin bos tahu Anda tak suka itu, tapi cobalah berpikir itu yang terbaik bagi perusahaan, tempat Anda mencari nafkah.
2. Lihat Sisi Positifnya
Orang yang dapat diandalkan biasanya orang yang selalu mendapatkan perhatian dan prioritas. Adanya pelimpahan tugas itu berarti Anda masuk kategori karyawan andalan. Itu berarti Anda memiliki nilai positif di mata bos. Anda harus bangga, karena Anda bisa jadi merupakan the one of the best di perusahaan. Selanjutnya, silahkan berharap kenaikan gaji atau promosi jabatan.
5 Penyebab Karyawan Tidak Efektif Bekerja
VIVAnews - Anda mungkin sering melihat karyawan yang gemar melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan tugas dan tanggung jawabnya. Mengobrol, chatting, atau shopping di jam kerja, adalah hal-hal yang paling sering ditemui.
Jika Anda seorang pemimpin di perusahaan tempat Anda bekerja, apalagi jika Anda wanita dengan separuh anak buah berjenis kelamin pria, Anda perlu mengetahui penyebab dari masalah ini. Dengan begitu Anda dapat melakukan antisipasi dengan tepat. Meski sekarang bukan lagi zamannya mempersoalkan gender, tapi sebagian pria cenderung masih tak mau diatur kaum wanita.
Inilah para penyebab tersebut, plus solusinya:
1. Motivasi kurang
Orang bersemangat melakukan sesuatu yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, karena didorong oleh motivasi. Karena itu, jagalah motivasi tersebut. Tanamkan dalam diri bawahan, apa akibatnya jika mereka lalai terhadap tugas dan tanggung jawab. Dan, apa reward yang akan didapat jika mereka bekerja dengan baik dan memuaskan.
2. Tak suka pada tugas yang dilimpahkan
Bila menyukai sesuatu, kita pasti akan melakukan yang terbaik. Terkadang, karena merasa tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, pengalaman, dan jabatan, orang terpaksa menerima saja tugas yang diberikan. Meski sebenarnya tak suka.
Untuk kasus seperti ini, yakinkan karyawan Anda bahwa apapun tugas yang diberikan perusahaan, itu yang terbaik bagi perusahaan dan baginya. Yakinkan pada mereka, tugas itu sangat penting dan dapat mempengaruhi maju tidaknya perusahaan tempat dia mencari nafkah.
3. Pengaruh dunia maya
Tak dapat dipungkiri, saat ini internet merupakan sesuatu yang paling menggoda. Sebab, melalui dunia maya, orang dapat mengakses apapun. Blok situs-situs tak penting, dan batasi penggunaan komputer hanya untuk bagian yang memang membutuhkan internet. Bila perlu, jika terjadi lonjakan rekening akibat penggunaan internet, peringatkan mereka untuk lebih efektif dan efisien dalam mengakses dunia maya.
4. Pengaruh teman
Kasus ini agak sulit ditangani, karena Anda tak bisa melarang orang bergaul dengan siapapun. Satu-satunya cara adalah, jika di antara karyawan Anda ada yang senang menebar pengaruh negatif, ingatkan dia dan kontrol semaksimal mungkin. Jika dia terbukti membuat karyawan lain tidak efektif bekerja, beri peringatan. Jika dia tak mau berubah, mutasikan sebagai pembelajaran.
5. Akhir pekan
Sudah menjadi kebiasaan di seluruh kantor, karyawan biasanya memiliki semangat kerja pada Senin-Kamis. Pada Jumat, karena Sabtu sebagian kantor libur, yang ada di benak kebanyakan karyawan adalah cara menghabiskan liburan di akhir pekan. Akibatnyam setiap Jumat ritme kerja cenderung menurun. Perketat pengawasan pada hari ‘rawan’ ini, dan pastikan mereka bekerja seperti biasanya.
Jika Anda seorang pemimpin di perusahaan tempat Anda bekerja, apalagi jika Anda wanita dengan separuh anak buah berjenis kelamin pria, Anda perlu mengetahui penyebab dari masalah ini. Dengan begitu Anda dapat melakukan antisipasi dengan tepat. Meski sekarang bukan lagi zamannya mempersoalkan gender, tapi sebagian pria cenderung masih tak mau diatur kaum wanita.
Inilah para penyebab tersebut, plus solusinya:
1. Motivasi kurang
Orang bersemangat melakukan sesuatu yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, karena didorong oleh motivasi. Karena itu, jagalah motivasi tersebut. Tanamkan dalam diri bawahan, apa akibatnya jika mereka lalai terhadap tugas dan tanggung jawab. Dan, apa reward yang akan didapat jika mereka bekerja dengan baik dan memuaskan.
2. Tak suka pada tugas yang dilimpahkan
Bila menyukai sesuatu, kita pasti akan melakukan yang terbaik. Terkadang, karena merasa tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, pengalaman, dan jabatan, orang terpaksa menerima saja tugas yang diberikan. Meski sebenarnya tak suka.
Untuk kasus seperti ini, yakinkan karyawan Anda bahwa apapun tugas yang diberikan perusahaan, itu yang terbaik bagi perusahaan dan baginya. Yakinkan pada mereka, tugas itu sangat penting dan dapat mempengaruhi maju tidaknya perusahaan tempat dia mencari nafkah.
3. Pengaruh dunia maya
Tak dapat dipungkiri, saat ini internet merupakan sesuatu yang paling menggoda. Sebab, melalui dunia maya, orang dapat mengakses apapun. Blok situs-situs tak penting, dan batasi penggunaan komputer hanya untuk bagian yang memang membutuhkan internet. Bila perlu, jika terjadi lonjakan rekening akibat penggunaan internet, peringatkan mereka untuk lebih efektif dan efisien dalam mengakses dunia maya.
4. Pengaruh teman
Kasus ini agak sulit ditangani, karena Anda tak bisa melarang orang bergaul dengan siapapun. Satu-satunya cara adalah, jika di antara karyawan Anda ada yang senang menebar pengaruh negatif, ingatkan dia dan kontrol semaksimal mungkin. Jika dia terbukti membuat karyawan lain tidak efektif bekerja, beri peringatan. Jika dia tak mau berubah, mutasikan sebagai pembelajaran.
5. Akhir pekan
Sudah menjadi kebiasaan di seluruh kantor, karyawan biasanya memiliki semangat kerja pada Senin-Kamis. Pada Jumat, karena Sabtu sebagian kantor libur, yang ada di benak kebanyakan karyawan adalah cara menghabiskan liburan di akhir pekan. Akibatnyam setiap Jumat ritme kerja cenderung menurun. Perketat pengawasan pada hari ‘rawan’ ini, dan pastikan mereka bekerja seperti biasanya.
Karena Aku Seorang Muslim...
Ada link bagus...klik dulu dehhh
http://fc01. deviantart. net/fs71/ f/2010/201/ c/0/Because_ he_is_a_muslim_ ___by_Nayzak. swf
http://fc01. deviantart. net/fs71/ f/2010/201/ c/0/Because_ he_is_a_muslim_ ___by_Nayzak. swf
Langganan:
Postingan (Atom)